Wednesday, June 25, 2008

AHMADIYAH/QADIYANISME: Kenali mereka

Web2 IQ, 25 Jun (zain-ys) - Mirza Ghulam Ahmad Al-Qadiyani (1839-1908) M. Seorang yang mendakwa dirinya menerima wahyu selepas Rasulullah s.a.w. Seorang yang gerakannya dibiayai oleh penjajah Inggeris. Dialah kononnya al-Mahdi. Juga Isa a.s. Gerakan yang saat ini mengundang kekecohan di negara jiran, Indonesia.

Majoriti umat Islam mahu gerakan Ahmadiyah yang dipelopori oleh Mirza Ghulam Ahmad segera dibubarkan. Kerana wujudnya kelompok yang membelanya atas nama hak asasi. Hak kebebasan maka jalan ke arah pembubaran tersekat-sekat. Antara tokoh yang membela mereka ialah Gus Dur. Bekas Presiden Indonesia.
Namun, mereka yang memperjuangkan agar Ahmadiyah dibubarkan terus tetap dengan pendirian mereka. Antara mereka yang menonjol dalam isu ini ialah Habib Rizieq pemimpin nombor satu Front Pembebasan Islam (FPI). Kata mereka, Ahmadiyah adalah sebuah bentuk penghinaan dan pencemaran terhadap Islam.

Web2iq akan cuba menelusuri tentang Ahmadiyah.Berikut ini Petikan dari buku: Ensiklopedia Gerakan Keagamaan & Pemikiran:TA'RIF Qadiyanisme adalah sebuah gerakan yang muncul pada tahun 1900 M, yang dibidani oleh penjajah Inggris di benua India dengan tujuan merusak dan menjatuhkan ummat Islam dari segi ajarannya sendiri, khususnya dari segi jihad, sehingga mereka tidak menghadapi penjajah dengan mengatas namakan Islam. Corong gerakan ini adalah majalah "Religion" yang diterbitkan dalam bahasa Inggris. SEJARAH BERDIRI DAN TOKOH-TOKOHNYA Mirza Ghulam Ahmad Al-Qadiyani (1839-1908) M, adalah pelaksana utama bagi terwujudnya Qadiyanisme. Tokoh ini mempunyai kaitan erat dengan sebuah keluarga yang terkenal sebagai "Pengkhianat" terhadap agama dan negara.

Tokoh ini dikenal di kalangan para pengikutnya dengan perawakan kerempeng, sering sakit-sakitan, dan pecandu narkotik. Mirza Ghulam Ahmad, menulis buku lebih dari 50 judul, brosur-brosur, dan makalahmakalah. Diantara bukunya yang terpenting ialah: "Izalatul Auham" (menghilangkan prasangka), "I'Jaz Ahmady" (mu'jizat Ahmadiyah), "Barahin Ahmadiyah" (Bukti-bukti Ahmadiyah), "Anwarul Islam" (Cahaya Islam), "I'jazul Masih" (mu'jizat Al Masih), "At-Tabligh" (Tabligh), dan "Tajaliyat llahiyah" (Bukti-bukti Ketuhanan). Para Khalifah dan Tokoh Qadianisme. - Nuruddin: Orang-orang Inggris meletakkan mahkota khilafah di atas kepalanya, kemudian diikuti oleh para pendukungnya. Diantara karya tulisnya ialah "Fashlul Khitab". Dialah khalifah pertama. - Muhammad Ali: Amir Qadiyanisme Lahore. Tokoh ini menjadi otak Qadiyanisme dan mata-mata penjajah, yang bekerja pada sebuah majalah propaganda "Qadiyanisme" Ia telah mengeluarkan sebuah terjemahan Al Qur'an yang diselewengkan dalam bahasa Inggris. Diantara karya-karya tulisnya ialah: "Haqiqatul Ikhtilaf' (hakikat perselisihan), dan "An-Nubuwah Fil Islam" (Kenabian Dalam Islam). - Muhammad Shadiq: Mufti Qadiyanisme. Karangannya antara lain: "Khadimu Khatamun Nabiyyin" ( Khadam nabi terakhir). Basyir Ahmad bin Ghulam. Diantara karya-karyanya ialah: Siratul Mandi (sejarah hidup Al-Mahdi), dan Kalimatul Fashl (kata Pemisah). -Muhammad Ahmad bin Ghulam sebagai khalifah kedua. Diantara karya-karya tulisnya ialah: "Anwarul Khilafah" (cahaya Khilafah), "Tuhfatul Muluk" (persembahan para raja), dan "Hakikatun Nubuwah" (hakikat kenabian). PEMIKIRAN DAN DOKTRIN-DOKTRINNYA Diyakininya bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah al-Masih yang dijanjikan. Diyakininya, bahwa Allah itu berpuasa, shalat, tidur, bangun menulis dan membuat tanda tangan, bersalah dan berkumpul. (Maha suci Allah dari segala sifat-sifat seperti itu).

Seorang penganut Qadiyani berkeyakinan, bahwa Tuhannya adalah orang Inggris, sebab ia mengajaknya berbicara dengan bahasa Inggris. Qadiyanisme yakin, bahwa kenabian tidak berakhir pada nabi Muhammad SAW, tetapi masih tetap berlangsung. Allah mengutus rasul sesuai dengan kebutuhan. Dan Ghulam Ahmad adalah nabi yang paling mulia dari semua nabi. Diyakininya bahwa, Jibril As. turun-kepada Ghulam Ahmad, memberi wahyu dan ilham kepadanya seperti Al-Qur'an. Dikatakannya bahwa, tidak ada Al-Qur'an, kecuali yang disampaikan oleh Al-Masih yang dijanjikan (yaitu Ghulam Ahmad), dan tidak ada Hadits, kecuali yang datang dari ajaran-ajarannya, dan tidak ada nabi kecuali di bawah naungan Ghulam Ahmad. Diyakininya bahwa mereka adalah penganut agama yang baru, independent, dengan syari'at yang spesifik pula. Dan diyakininya pula, bahwa rekan-rekan Ghulam Ahmad adalah seperti shahabatshahabat Rasulullah SAW. Diyakininya, bahwa "Qadiyan" adalah seperti Madinah Al-Munawwarah dan Makkah, bahkan lebih mulia daripada kedua kota tersebut. Dan tanah Qadiyan itu adalah tanah haram. Itulah kiblat mereka dan tempat haji mereka.

Dihapuskannya aqidah jihad, dan mereka taat tanpa reserve kepada pemerintah Inggris. Sebab, menurut mereka pemerintah Inggris itu adalah yang berkuasa berdasarkan nash Al-Qur'an. Setiap orang Islam, menurut mereka adalah kafir, sampai mereka masuk kepada Qadiyanisme. Dan yang kawin (memperistri atau bersuami) dengan orang non Qadiyanisme dianggap kafir. Dihalalkannya Khamar, candu, heroin dan minum-minuman keras yang memabukkan. AKAR PEMIKIRAN DAN SIFAT IDEALOGINYAGerakan westernisasi Sir Sayyid Ahmad Khan telah turut membidani lahirnya Qadiyanisme, akibat pemikiran-pemikiran menyeleweng yang dilontarkannya. Untuk mengeksploatasi kondisi tersebut, maka Inggris membuat sebuah gerakan Qadiyanisme. Untukmemimpin gerakan tersebut, dipilihlah seorang laki-laki dari keturunan yang berpengaruh diantara kaki tangan Inggris. Qadiyanisme mempunyai hubungan yang kuat dengan Israel. Negeri ini telah membuka jalan bagi orang-orang Qadiyani untuk mendirikan markas-markas dan sekolah-sekolah, mendorong mereka untuk mampu membuat sebuah majalah yang menjadi corong Qadiyanisme,mencetak buku-buku dan brosur-brosur untuk didistribusikan ke seluruh dunia. Mereka terpengaruh oleh agama Masehi, Yahudi, dan gerakan-gerakan kebatinan. Nampak jelas sekali dalam aqidah mereka dan perilaku mereka, meskipun secara lahir mereka mengaku Islam. TEMPAT TERSIAR DAN KAWASAN PENGARUHNYA Orang-orang Qadiyani sekarang ini, sebagian besar hidup di India dan Pakistan. Dan sebagian kecil dari mereka ada yang hidup di Israel dan dunia Arab. Dengan bantuan penjajah, mereka berupaya menduduki pusat-pusat yang sensitif di setiap negeri dimana saja mereka menetap.

Sumber Asal